Rabu, 02 Juli 2014

Deep

Terkadang semua masalah itu datang semata-mata untuk menguji apa yang ada pada diri kita.
Menjadi diri sendiri atau bahkan menjadi apa yang orang lain inginkan.
Terkadang ketika masalah itu datang dan menguji, sebagai orang yang diuji kita akan merasa lelah dan bosan dengan rasa sakit itu.
Kenangan yang dulu ketika semua nampak indah, lenyap dengan goresan yang membekas. Cukup dalam rasa pahit dan sakit ini.
Diluar sana mereka berkata banyak, tertawa lepas sedangkan hati ini menangis tanpa jeda.
Begitu dalam goresan yang dibuatnya. Tapi, akankah goresan ini terus ada dan membekas?
Goresan itu ada untuk sekarang, dan dalam jangka waktu kedepan. Akan tetapi, suatu saat nanti goresan itu perlahan menghilang dan tak berasa karna lepasnya rasa pahit itu. Membekas ya pasti. Tak mungkin hilang bekas goresan yang dalam itu. Akan tetapi bagaimana kita memaknai goresan itu sebagai pelajaran yang berharga.
Disini saya mau menegaskan, bahwa semua berasal dari pikiran yang akan selalu terbawa sampai ke hati.
Sekarang ubahlah cara pikirmu, ubah rasa hati ini agar lebih sempurna disetiap harinya.

#youarewhatyouthink

Then?

Terkadang ketika kita jatuh dan diinjak oleh puluhan kaki. Terkadang apa yang kita lakukan tidaklah dihargai oleh sepasang mata dari ribuan orang. Terkadang segala sesuatu yang kita buat adalah salah adanya.
Penahkah?
Tiliklah hati ini, hati kita. Dimana perih dan seberapa dalam goresan itu berada. Menangislah walau air matamu tidak bernilai bagi luka ini.
Teriaklah dan menjeritlah akan apa adanya dirimu.
Tapi, satu hal. Ketika semua ini datang dan berlalu, menyayat dan meninggalkan bekas. Tuhan tak pernah diam. Tuhan selalu tahu apa yang menjadi duka kita. Percayalah bahwa segala sesuatu ada waktunya.
Hanya berhenti dan diam. Tenanglah sejenak.
Benahilah hati dan pikirmu.
Dan laluilah hari esok dengan pikiran baru yang akan merubah setiap tapakan kakimu.

Janganlah engkau dianggap rendah karna engkau muda!

#youarewhatyouthink
#teenoryouthproblmstobelive